Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Faker Diangkat Jadi Polisi Kehormatan dan Duta Anti Judi Online, Menyusul Penghargaan Tertinggi Olahraga Korea Selatan

Jumat, 24 Juli 2026 | Juli 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-24T03:36:42Z

MetaArenaNews.web.id — Lee "Faker" Sang-hyeok, mid laner ikonik T1, kembali mencatatkan namanya dalam sejarah, kali ini bukan lewat prestasi di panggung League of Legends. Melainkan lewat dua pengakuan besar dari pemerintah Korea Selatan dalam waktu berdekatan.

Sebelum penunjukannya sebagai polisi kehormatan, Faker lebih dulu menerima Cheongnyong Medal atau Blue Dragon Medal, penghargaan tertinggi dalam sistem Order of Sport Merit Korea Selatan yang terdiri atas lima tingkatan. Penghargaan ini biasanya disematkan kepada atlet yang berhasil membawa nama Korea Selatan berkibar di ajang internasional seperti Olimpiade atau kejuaraan dunia. Faker tercatat sebagai atlet esports pertama yang meraihnya, diserahkan langsung oleh Presiden Lee Jae-myung dalam acara penyambutan tahun baru.


Faker menyebut penghargaan tersebut sebagai kehormatan besar yang tak lepas dari dukungan rekan setim dan pelatih, sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus memberi pengaruh positif di dalam maupun di luar arena kompetisi.

Resmi Dilantik Jadi Polisi Kehormatan

Tak berselang lama, giliran Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan (Korean National Police Agency/KNPA) yang memberi kehormatan serupa. Pada Rabu, 22 Juli 2026, Faker resmi dilantik sebagai Polisi Kehormatan (Honorary Police Officer) dalam sebuah upacara di Seodaemun-gu, Seoul.


Dalam pelantikannya tersebut, Faker akan menyandang pangkat kehormatan setingkat Sersan atau Senior Officer. Setara dengan kualifikasi tenaga ahli yang direkrut untuk divisi penyelidikan siber kepolisian. Bersamaan dengan itu, ia juga ditunjuk sebagai Youth Cyber Gambling Awareness Ambassador. Dimana nantinya ia akan mengemban tugas mengampanyekan bahaya judi online di kalangan remaja, di negeri ginseng ini. 




Yoo Jae-Sung yang mewakili KNPA menjelaskan alasan utama di balik pemilihan Faker sebagai wajah kampanye ini. "Untuk judi online di kalangan remaja, penting untuk diketahui sebelum menjadi masalah yang lebih dalam dan perlu diadakan proses konseling serta tindakan lebih lanjut," ujarnya, seraya berharap pengaruh positif Faker dapat mendorong remaja yang membutuhkan bantuan untuk melapor tanpa ragu.

Faker sendiri menyambut kepercayaan ini dengan penuh rasa hormat. "Saya merasa terhormat mendapatkan mandat sebagai anggota polisi kehormatan dan sebagai duta, serta saya merasa ini sebuah tanggung jawab yang besar," katanya, menambahkan bahwa ia akan aktif berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kedutaan untuk mempublikasikan bahaya judi online kepada anak muda.


Program "Youth Cyber Gambling Voluntary Reporting System"
Sebagai bagian dari perannya, Faker akan turut serta membuat materi promosi dan poster untuk mendukung program "Youth Cyber Gambling Voluntary Reporting System" — inisiatif KNPA yang berjalan sejak pertengahan Mei hingga 31 Agustus 2026. Program ini mendorong remaja yang terjerat judi online untuk melapor secara mandiri, lalu mengikuti proses konseling dan rehabilitasi.


Momen pelantikan turut diwarnai gestur simbolis: Faker menandatangani seragam kepolisiannya sendiri, yang nantinya akan diberikan kepada remaja yang telah berhasil menyelesaikan program rehabilitasi sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka keluar dari kecanduan judi digital. Ia juga menerima trofi unik berbentuk miniatur dirinya lengkap dengan pose khas "shhh" yang identik dengan gaya selebrasinya di atas panggung.

Melalui akun resmi nya, T1 turut mengabadikan momen ini, sembari mengajak para penggemar memberikan dukungan atas mandat baru yang diemban sang kapten.


Simbol Pengakuan Baru bagi Industri Esports
Rangkaian penghargaan yang diterima Faker dalam waktu berdekatan ini mengukuhkan posisinya bukan hanya sebagai legenda League of Legends, tapi juga sosok yang kini punya peran nyata dalam isu sosial di negaranya. Faker sebelumnya juga tercatat sebagai anggota pertama Hall of Legends yang diinisiasi Riot Games, serta masih memegang rekor sebagai peraih gelar Worlds terbanyak dengan enam trofi selama lebih dari satu dekade berkarier bersama T1.
Bagi banyak pihak, pengakuan pemerintah Korea Selatan terhadap Faker — mulai dari Blue Dragon Medal hingga status polisi kehormatan — menjadi penanda bahwa atlet esports kini mulai disejajarkan dengan atlet olahraga konvensional, sekaligus bukti bahwa esports semakin mengakar sebagai bagian dari budaya dan industri olahraga nasional Korea Selatan.
×
Berita Terbaru Update